Madya Muda, Kalo Mati lampu harus gimana ajah sih???

Tentunya kita pernah menghadapi mati lampu secara mendadak, memang konotasi penggunaan bahasanya pun agak rancu karena sebenarnya yang penulis maksud dalam hal ini adalah mati listrik atau listrik padam, akan tetapi karena penggunaan kata "Mati Lampu" telah jamak di masyarakat kita, maka penulis beranggapan para bloggers sudah mengetahui maksud kata tersebut, tapi dalam hal ini penulis tidak ingin memperdebatkan arti kata maupun penggunaan kosakata tersebut dalam tata bahasa nasional kita sehari-hari.

            Adapun yang ingin penulis kemukakan adalah mengenai tindakan yang harus dilakukan jika listrik mendadak padam, terutama yang terjadi pada waktu malam hari, tentunya kita harus siap dengan segala kondisi yang terjadi terutama jika peristiwa tersebut terjadi pada saat kita seorang diri dan berada pada suatu ruangan, tindakan-tindakan yang harus dilakukan tersebut dapat penulis jabarkan sebagai berikut:

1. Jangan panik.

Biasanya kepanikan adalah awal dari bencana, maka hendaknya ketika terjadi BYARRR PET, khususnya pada malam hari, maka yang pertama tama harus dilakukan adalah tetap tenang, dan fokus pada masalah.

2. Mencari penerangan atau sumber cahaya secara spontan.

Jika kita berada pada ruangan yang luas dan memungkinkan mobilisasi kita untuk bergerak mencari penerangan semisal menyalakan lilin atau menyalakan Handphone, itu tidak masalah sebatas memperhatikan letak perabot ruangan yang adaa disekitar agar tidak tersenggol; Akan tetapi masalah akan timbul jika kita berada di tengah kegelapan pekat pada ruangan dengan luas kecil atau terbatas, tindakan yang harus kita lakukan adalah meraba dengan tangan bagian dinding ruangan tersebut, jika tembok telah ketemu, maka segeralah mensandarkan diri pada tembok dan bergerak menyisir tembok ruangan hingga kita bisa merasakan dimanakah kita melangkah, jika tidak yakin dengan posisi kita saat itu maka jangan sekali kali melangkah di tengah ruangan yang penuh perabotan atau di ruangan yang sempit karena resikonya tubuh kita dapat menabrak perabotan atau lebih fatal lagi, tubuh dapat menabrak tembok. Pastikan kita telah mengetahui dimanakah posisi kita berada sebelum kita dapat mengambil lilin atau sumber cahaya lainnya sebagai penerangan.

3. Setelah sumber penerangan ditemukan maka tindakan selanjutnya adalah segera matikan peralatan elektronik yang sedang beroperasional , untuk mencegah kerusakan tekhnis yang diakibatkan datangnya arus listrik besar ketika listrik menyala kembali.

4. Menyimpan dan menaruh genset dengan benar.

Buat para bloggers yang memiliki genset, maka patut diperhatikan letak genset yang disimpan, sebaiknya letak genset tidak jauh dari ruang keluarga supaya gampang (dapat langsung) dioperasionalkan dan ber hati hatilah dalam menaruh genset ketika sedang dioperasionalkan, dalam hal ini posisi genset sebaiknya diletakkan menepi dan sejajar tembok ruangan sehingga tidak menghalangi laju jalan atau mobilitas kita di ruang tengah, hindari meletakkan genset dan solar yang dekat dengan sumber api atau perabotan yang mudah terbakar - hal itu ditujukan sebagai tindakan preventif jika terjadi percikan api atau korsleting pada mesin genset.    Dan posisi solar hendaknya tidak berada jauh dari genset sehingga kita tidak bingung dalam melakukan proses pengisian bahan bakar terhadap genset tersebut.

5. Jangan sembarangan menaruh lilin atau sumber cahaya lainnya yang berbahan dasar api apalagi di taruh di empat yang banyak perabotan mudah terbakar macam kayu, kertas, bensin dan lain sebagainya. Jika ruangan dalam keadaan sempit dan banyak perabotan maka taruhlah lilin di kamar mandi, terutama di atas bak mandi, bukalah pintu kamar mandi sehingga penerangan dapat menjangkau hingga seluruh ruangan, namun jika ruangan tempat kita berada tersebut tidak memiliki kamar mandi, maka hendaknya lilin atau penerangan api yang sejenisnya tersebut diletakkan di ujung lantai atau pojok lantai atau pojok bawah ruangan dan tentunya keberadaannya tidak boleh dekat dengan perabotan disekitarnya. Sehingga jika lilin atau sejenisnya tersebut mengalami senggolan maka api yang jatuh dari lilin hanya membakar ubin / tegel sebagian kecil dan kemungkinan besar tidak menyambar karena sifat ubin / tegel yang bersuhu rendah ketimbang suhu ruangan (+/- 25 derajat celcius).

6. Jangan sekali-kali berlari ketakutan terutama di tengah ruangan sempit yang gelap karena resikonya akan menabrak perabotan atau tubuhlah yang menabrak tembok, hilangkan rasa paranoid atau takut yang berlebihan pada situasi ruangan yang gelap, misal: takut pada setan, orang jahat dan lain sebagainya. Ciptakan pikiran yang positif yang dapat membuat diri kita menjadi lebih berani dan tidak melakukan tindakan gegabah yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau bahaya laten lainnya. Misal: membayangkan setan berubah wajah menjadi imut-imut, membayangkan orang jahat lagi joged bareng sambil jingkrak-jingkrak, dan berbagai macam pikiran lucu dan aneh lainnya yang bobotnya dapat menghilangkan  rasa kekhawatiran berlebih pada diri kita.

7. Gunakan penerangan baik yang terbuat dari api maupun dari genset seperlunya saja, jika listrik telah hidup kembali segera matikan lilin atau genset tersebut, tindakan ini diperlukan untuk menciptakan situasi hemat energi. Dan selama listrik belum menyala, maka lilin atau genset yang digunakan tersebut harus dijauhi dari jangkauan anak kecil ataupun balita agar tidak membahayakan keselamatan.

Demikianlah kiat-kiat menghadapi mati lampu yang dapat penulis sampaikan untuk para bloggers sekalian, semoga bermanfaat, dan mohon saran serta commentarnya guna kemajuan blog ini ke arah yang lebih baik, terima kasih.(radit _Ketikamatilampu.blogspot.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »