Program

FOTO

Gallery

Recent Posts

HARI PANGAN SEDUNIA

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober, tanggal ketika Organisasi Pangan dan Pertanian(FAO), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, didirikan pada tahun 1945.
Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Dr. Pal Romany berperan penting pada konferensi tersebut dan mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini telah diperhatikan setiap tahun di lebih dari 150 negara, meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.
Sejak tahun 1981, Hari Pangan Sedunia mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.
TahunTemaTerjemahan
2018Our actions are our futureAksi kita masa depan kita
2017Change the future of migration. Invest in food security
and rural development.
Ubah masa depan migrasi. Investasikan pada keamanan pangan dan
pengembangan rural
2016Climate change: "Climate is changing. Food and agriculture must too"Perubahan iklim: "Iklim sedang berubah. Pangan dan pertanian juga harus berubah"
2015Social Protection and Agriculture: Breaking the Cycle of Rural PovertyPerlindungan sosial dan pertanian: Menghentikan lingkaran kemiskinan desa.
2014Family Farming: "Feeding the world, caring for the earth"Pertanian keluarga: "Memberi makan dunia, merawat bumi"
2013Sustainable Food Systems for Food Security and NutritionTata pangan berkesinambungan untuk keamanan pangan dan gizi
2012Agricultural cooperatives – key to feeding the worldKerja sama pertanian – kunci untuk memberi makanan ke dunia
2011Food prices - from crisis to stabilityHarga pangan – dari krisis hingga stabilitas
2010United against hungerBersatu melawan kelaparan
2009Achieving food security in times of crisisMencapai keamanan pangan pada masa krisis
2008World Food Security: the Challenges of Climate Change and BioenergyKeamanan Pangan Dunia: Tantangan Perubahan Iklim dan Bioenergi
2007The Right to FoodHak untuk Pangan
2006Investing in agriculture for food securityBerinvestasi di agrikultura untuk keamanan pangan
2005Agriculture and Intercultural DialogueAgrikultura dan Dialog Antar Budaya
2004Biodiversity for Food SecurityBiodiversitas untuk Keamanan Pangan
2003Working Together for an International Alliance Against HungerBekerja Bersama-sama untuk Aliansi Internasional Melawan Kelaparan
2002Water: Source of Food SecurityAir: Sumber Keamanan Pangan
2001Fight Hunger to Reduce PovertyLawan Kelaparan untuk Mengurangi Kemiskinan
2000A Millennium Free from HungerSatu Milenia Bebas dari Kelaparan
1999Youth Against HungerPemuda Melawan Kelaparan
1998Women Feed The WorldWanita Memberi Makan Dunia
1997Investing in Food SecurityBerinvestasi di Keamanan pangan
1996Fighting Hunger and MalnutritionMelawan Kelaparan dan Malagizi
1995Food For AllPangan untuk Semua
1994Water For LifeAir untuk Kehidupan
1993Harvesting Nature's DiversityMenuai Diversitas Alam
1992Food and NutritionPangan dan Nutrisi
1991Trees for LifePepohonan untuk Kehidupan
1990Food for the FuturePangan untuk Masa Depan
1989Food and the EnvironmentPangan dan Lingkungan
1988Rural YouthPemuda Desa
1987Small FarmersPetani-petani Kecil
1986Fishermen and Fishing CommunitiesNelayan dan Komunitas Nelayan
1985Rural PovertyKemiskinan Desa
1984Women in AgricultureWanita dalam Agrikultura
1983Food SecurityKeamanan Pangan
1982Food Comes FirstPangan Adalah Utama
1981Food Comes FirstPangan Adalah Utama
Perhatikan bahwa ketahanan pangan (food security) paling sering menjadi tema dalam perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini penting karena ketahanan pangan merefleksikan kemampuan rata-rata individu untuk mendapatkan makanan dan ketersediannya. Bahkan hal ini dibahas dalam puncak pertemuan dunia mengenai ketahanan pangan yang diajukan direktur FAO Jenderal Jaques Diouf. (*wikipedia.com)

WOW...!! Bukan Cuma Manusia, Hewan Juga Punya "Hak Asasi".


Radiomadya.com - Hak Asasi bukan mutlak milik manusia saja, Hewan pun mempunyai Hak Asasi yang diperingati tanggal 15 Oktober setiap tahunnya. Pasti diantara kita ada yang tidak menyadari tentang Hak Asasi Hewan. Sepintas hal ini memang terdengar unik bahkan cenderung aneh dan mengada-ada, apalagi di Negara Indonesia yang memang belum terlalu memperhatikan tentang adanya hak asasi hewan.
Institusi yang berkompeten di bidang Hewan belum tentu menyadari akan hari Hak Asasi Hewan yang memang tidak tertera dalam kalender dan kurang populer. Hak Asasi Hewan bahwa setiap hewan memiliki hak untuk hidup layak, aman bebas hambatan termasuk hak untuk tidak hidup dengan menderita, tidak jauh berbeda dengan hak dan kepentingan yang dimiliki manusia. Alasan lahirnya Hari Hak Asasi Hewan sering terjadinya pelanggaran perburuan dan pembantaian terhadap hewan dan perusakan habitat hidup hewan. Hewan, seperti manusia, juga punya hak untuk hidup bebas di alamnya untuk melahirkan generasi berikutnya.
Di Indonesia, hak asasi hewan sering abai sehingga segala perilaku yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan  menurut perilaku alami hewan kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Terutama yang berhubungan terhadap perlindungan hewan dari perlakuan tidak layak yang dimanfaatkan manusia.
*perawatan rutin Kuda-kuda Radio Madya FM
Adapun prinsipnya adalah perlakuan hewan secar
a wajar, alami dan terkendali atau perlindungan hewan dari tindakan semena-mena manusia. Lima langkah mudah mewujudkan kebebasan hewan: Pertama, Bebas dari rasa lapar dan haus; Kedua, Bebas dari rasa sakit, cidera dan penyakit; Ketiga, Bebas dari ketidaknyamanan, penganiayaan; Keempat, Bebas dari rasa takut dan tertekan; Kelima, Bebas mengekspresikan perilaku alaminya
Manfaat dari perlindungan terhadap hak asasi hewan tentu tak hanya akan dirasakan oleh hewan saja, tapi juga oleh manusia. Perlindungan terhadap hak asasi hewan bisa berarti menjaga kelangsungan hidup hewan dan mencegah kepunahan sejumlah spesies hewan. Beberapa spesies hewan di Indonesia telah punah sebagai akibat dari perburuan liar maupun perusakan habitatnya. Perlindungan terhadap perburuan liar terhadap hewan masih longgar, selama masih ada jual beli hewan akan sulit mencegahnya, meskipun perburuannya telah diatur dalam undang-undang.
Mengapa harus ada Hak Asasi Hewan, sedangkan orang yang kita bela hak nya saja tidak peduli dengan nasibnya, mereka bahkan tidak pernah mengeluh atau berlaku anarki ketika hak-hak mereka terampas, seperti dalam kasus pembantaian orang utan di hutan-hutan nusantara yang sangat menyakitkan karena mereka dianggap hama pengganggu. Fauna langka di Kebun Binatang masih ada mati tanpa perawatan, penyiksaan terhadap kucing liar tanpa sebab, pertunjukan topeng monyet yang diwarnai kekerasan dan masih banyak lagi perbuatan-perbuatan manusia yang sangat tidak manusiawi.
Melindungi hak asasi manusia sangat penting dilakukan oleh semua orang tetapi melindungi hak hidup binatang juga penting. Salah satu hal penting dalam hak asasi hewan adalah kesejahteraan hewan itu sendiri.
Lalu bagaimana cara manusia menunjukkan dukungan terhadap Hak Asasi Hewan? Mulai saja dari hal terkecil, misalnya kalau kita memiliki binatang peliharaan di rumah, maka harus mengurusnya dengan baik, memberikan tempat berlindung, makanan yang cukup, serta menjaga kesehatannya. Langkah pertama dimulai dari sekitar kita.
Beberapa bentuk lain dari pelanggaran terhadap hak asasi hewan adalah pembuatan kosmetik serta produk kecantikan lain yang melakukan uji coba produknya pada binatang.  Bentuk dukungan lain yang bisa ditunjukkan dengan mengawasi pemerintah dalam pelaksanaan peraturan mengenai perlindungan terhadap lingkungan dan hutan, sehingga mengurangi kepunahan hewan sebagai akibat dari rusaknya habitatnya. Awasi juga pelaksanaan peraturan pemerintah mengenai larangan jual beli hewan dibawah lindungan undang-undang.
* Kuda-kuda Madya FM bermain di halaman radio
Di masa ketika hak asasi manusia masih diperjuangkan di beberapa tempat di dunia, perlukah kita memperhatikan dan memperjuangkan hak asasi binatang? Tentu saja. Binatang juga merupakan ciptaan Tuhan yang harus dilindungi. Agama pun mengajarkan umatnya untuk menyayangi dan melindungi binatang.
Tidakkah kita sadar, bahwa sebenarnya kita tidak hidup sendirian di dunia ini, ada mahluk hidup lain yang juga sama-sama memiliki hak untuk hidup layak dan damai, tak terkecuali  para hewan. Dalam keseharian, memang ada pula hewan parasit yang sifatnya merugikan manusia, namun pantaskah kita mempermasalahkan pelanggaran mereka (hewan) terhadap kita (manusia), karena  bukankah hewan diciptakan tanpa akal budi seperti manusia, dan hanya dibekali insting semata untuk membela dirinya. Pernahkah kita berhitung besarnya presentasi kematian yang diakibatkan oleh hewan kepada manusia atau sebaliknya. Dan mungkin kita akan menemui fakta bahwa manusialah yang paling kejam di antara keduanya. (Kompasiana.com)

Yuk...mulai sekarang kita sayangi hewan, mereka juga berhak hidup loh.......

Kenapa Ya.. Negara Tak Cetak Uang Sebanyak - banyaknya Agar Terbebas Dari Utang dan Kemiskinan? Ini jawabnya

Radiomadya.com - Pecinta madya, cetak banyak uang, utang lunas dan uang pun juga bisa dibagikan kepada masyarakat miskin yang membutuhkan. Bukankah seharusnya bisa begitu? Lalu kenapa selama ini pemerintah tidak melakukannya, tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya?

Ternyata mencetak uang bukanlah urusan sepele. Mencetak uang secara besar-besaran bukan berarti akan menyelesaikan masalah. Yang ada justru menambah masalah. Kenapa?

Ada 2 sistem saat mencetak uang, yakni pseudo gold & uang fiat. Pseudo gold sendiri merupakan pencetakan uang yang didukung dengan cadangan emas/perak.

Sementara itu uang fiat yakni, uang yang beredar tidak didukung dengan aset, yang berarti sistem fiat, pemerintah/lembaga penerbit uang bisa mencetak uang sebanyak apapun sesuai keinginan.

Tapi perlu diingat, dalam ekonomi harga barang akan tergantung pada perbandingan jumlah uang & jumlah persediaan barang. Artinya, jika barang yang beredar lebih banyak dari jumlah uang yang beredar maka harga akan cenderung turun.

Dan sebaliknya, jika jumlah barang lebih sedikit dari jumlah uang yang beredar maka harga akan cenderung naik (inflasi).

Kenapa pemerintah tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya? Karena pencetakan uang akan mempengaruhi inflasi.

Jadi, jika sebuah negara mencetak uang terus-menerus dalam jumlah banyak, maka bukan disebut kekayaan karena nilai mata uangnya justru akan terus merosot.

Ternyata Indonesia pernah melakukan hal semacam ini pada era Presiden Soekarno. Hal itu dikarenakan, saat itu pemerintah belum maksimal memungut pajak dari rakyatnya.

Hingga akhirnya, presiden pertama pun mengambil kebijakan dengan mencetak uang secara berlebih. Inflasi pun tak bisa dihindari lagi.

Kejadian ini pun sempat membuat para mahasiswa protes & melakukan unjuk rasa agar harga-harga diturunkan. Aksi unjuk rasa ini pun dikenal dengan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Zimbabwe juga pernah mengambil kebijakan serupa tentang pencetakan uang ini. Pada 2008, Zimbabwe mencetak uang dalam jumlah banyak. Tujuannya untuk memperbanyak pegawai negeri.

Tapi sungguh disesalkan karena inflasi gila-gilaan pun harus terjadi di negara ini.

Source @kamuharuspintar
Peserta yang Lolos dan Berhak Mengikuti Training Penyiar

Peserta yang Lolos dan Berhak Mengikuti Training Penyiar

18 Desember 2017

             Peserta yang Lolos dan Berhak Mengikuti Training Penyiar

Mohon kehadirannya untuk mengikuti training penyiar :
Hari/Tanggal  : Selasa, 19 Desember 2017
Waktu            : 09.00 WIB s.d. selesai
Tempat          : Radio Madya, Jl. Basuki Rahmat No.1 Madiun
       
         Daftar peserta yang diundang mengikuti training :
         1. VIANUR HANINGRUM
         2. RANNY SETYAWATI
         3. ISTYANINGTYAS ILSAWATI
         4. MUALIMA NURALAM